Latar belakang: Permasalahan sampah menjadi tantangan ekologis global yang membutuhkan pengelolaan berkelanjutan. Salah satu pendekatan strategis dalam mengatasinya adalah menumbuhkan perilaku pemilahan sampah melalui peningkatan aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan pada anak usia sekolah. Media pembelajaran berbasis permainan dipandang mampu memperkuat proses tersebut. Penelitian ini bertujuan mempelajari perubahan perilaku memilah sampah siswa sekolah dasar melalui permainan tradisional monotrash latto-latto.Metode: Pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi experimental. Populasi adalah siswa siswi Sekolah Dasar Monginsidi dan Sekolah Dasar Islam Al Izhar. Sebanyak 120 siswa ditetapkan sebagai sampel pada dua sekolah, masing-masing 30 siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kedua sekolah, variabel yang diukur perubahan perilaku pada domain pengetahuan, sikap dan tindakan. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil ukur pre dan post test menggunakan uji t berpasangan.Hasil: Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat pengetahuan pada kedua sekolah (p value < 0,001) serta peningkatan signifikan pada sikap siswa di kedua sekolah (p value = 0,013 dan p value < 0,001). Selain itu, terjadi perubahan yang bermakna pada aspek tindakan pemilahan sampah setelah penerapan intervensi baik pada sekolah Sekolah Dasar Islam Al Izhar (p value = 0,002) maupun Sekolah Dasar Monginsidi (p value = 0,037). Hasil tersebut menegaskan bahwa intervensi memberikan dampak yang nyata terhadap perilaku pemilahan sampah.Kesimpulan: Media pembelajaran berbasis permainan monotrash latto-latto terbukti efektif dalam meningkatkan perilaku pemilahan sampah pada siswa sekolah dasar. Media ini direkomendasikan sebagai alternatif inovatif dalam proses edukasi lingkungan bagi siswa dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. ABSTRACT Title: Inovasi Media Permainan Monotrash Latto-latto Terhadap Perilaku Pemilahan Sampah Pada Siswa Sekolah DasarBackground: Waste management has become a global ecological challenge that requires sustainable solutions. One strategic approach to addressing this issue is fostering waste-sorting behavior by enhancing knowledge, attitudes, and practices among school-aged children. Game-based learning media are considered effective in strengthening this process. This study aims to examine changes in waste-sorting behavior among elementary school students through the use of a traditional educational game, Monotrash Latto-Latto.Methods: A quantitative approach with a quasi-experimental design was employed. The study population consisted of third-, fourth-, and fifth-grade students from Monginsidi Elementary School and Al Izhar Islamic Elementary School. A total of 120 students were selected as the sample from the two schools, with 30 students assigned to the experimental group and 30 to the control group in each school. Behavioral changes were measured across three domains: knowledge, attitudes, and practices. Data analysis was conducted by comparing pre-test and post-test scores using paired t-tests.Results: Statistical analysis revealed a significant improvement in students’ knowledge levels in both schools (p < 0.001), as well as a significant increase in students’ attitudes toward waste sorting (p = 0.013 and p < 0.001). Furthermore, meaningful changes were observed in waste-sorting practices following the intervention, both at Al Izhar Islamic Elementary School (p = 0.002) and Monginsidi Elementary School (p = 0.037). These findings confirm that the intervention had a substantial impact on students’ waste-sorting behavior.Conclusion: The game-based learning medium Monotrash Latto-Latto has proven to be effective in improving waste-sorting behavior among elementary school students. This medium is therefore recommended as an innovative alternative for environmental education aimed at promoting environmentally friendly waste management practices in schools.
Copyrights © 2026