Berdasarkan pada fakta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rentan terhadap kejadian gempa bumi darat. Pemahaman yang lebih baik tentang pola spasial gempa bumi sangat penting untuk mitigasi bencana dan perencanaan wilayah. Data gempa bumi yang melimpah memerlukan pendekatan analitis yang canggih untuk mengidentifikasi klaster-klaster kejadian gempa bumi yang mungkin memiliki karakteristik berbeda. Penelitian terdahulu telah menggunakan berbagai algoritma clustering (pengelompokan) seperti K-Medoid, K-Means, DBSCAN, Fuzzy C-Mean, dan lain-lain dengan menggunakan dataset gempa bumi dalam cakupan yang luas misal Indonesia atau Pulau Sumatera. Penelitian ini menggunakan algoritma K-Means dengan dataset gempa bumi dalam wilayah yang lebih sempit yaitu gempa bumi darat di wilayah Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis klaster-klaster kejadian gempa bumi darat di wilayah DIY dan sekitarnya menggunakan metode K-Means untuk mengungkapkan pola spasial yang tersembunyi. Metode yang akan digunakan meliputi pengumpulan data gempa bumi historis, pra-pemrosesan data, penerapan algoritma K-Means, serta interpretasi dan validasi hasil pengelompokan dengan Silhoutte Score. Dari hasil penelitian diperoleh jumlah klaster terbaik adalah k=3 dengan nilai Silhoutte Score 0.6369 yang menunjukkan klaster terpisah secara baik.Tiga klaster tersebut yaitu klaster 0 meliputi wilayah Kab. Gunungkidul bagian timur dan Kab. Klaten bagian barat; klaster 1 meliputi wilayah Kab. Bantul bagian barat, Kab. Sleman bagian tengah dan barat, Kab. Kulon Progo, dan Kab. Purworejo bagian timur; klaster 2 meliputi wilayah Kab. Bantul bagian tengah dan timur, Kab. Gunungkidul bagian barat, dan Kab. Sleman bagian timur
Copyrights © 2026