Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan psikoedukasi pendidikan seksual sebagai upaya pencegahan patologi sosial pada anak sekolah dasar. Fokus penelitian ini dipilih karena pentingnya pendidikan preventif terkait pemahaman tubuh, batasan diri, dan interaksi sosial yang sehat di tengah perkembangan sosial dan digital yang semakin luas sehingga anak rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan seksual maupun perilaku menyimpang. Penelitian menggunakan desain eksperimen semu (quasi experimental design) dengan pendekatan pretest–posttest yang melibatkan anak sekolah dasar kelas IV hingga VI sebagai subjek penelitian yang dipilih melalui teknik cluster sampling. Data diperoleh melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi selama kegiatan psikoedukasi berlangsung. Pelaksanaan psikoedukasi dilakukan secara sistematis melalui beberapa tahapan, meliputi pemberian pretest, pengenalan fungsi tubuh, edukasi batasan diri dan pencegahan kekerasan seksual, penggunaan metode interaktif, ice breaking edukatif, serta evaluasi melalui posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak setelah diberikan intervensi, yang terlihat dari kenaikan rata-rata nilai pretest sebesar 4,6 menjadi 9,6 pada posttest. Anak-anak juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai privasi tubuh, keberanian menolak tindakan yang tidak pantas, serta kesadaran dalam menjaga diri ketika menghadapi situasi berisiko. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi pendidikan seksual yang disampaikan melalui pendekatan komunikatif dan interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman serta sikap preventif anak sebagai langkah awal mencegah berkembangnya patologi sosial.
Copyrights © 2026