Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bahasa ritual pengobatan Wonge dalam membentuk kepercayaan dan perilaku masyarakat terhadap pemanfaatan layanan Puskesmas, mengkaji persepsi masyarakat dan tenaga kesehatan terhadap pemanfaatan teknologi kesehatan digital berbasis budaya lokal, serta merumuskan bentuk integrasi bahasa ritual Wonge ke dalam komunikasi kesehatan digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di wilayah kerja Puskesmas Hiri, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Wonge Ma’oti sebagai pelaksana ritual Wonge, masyarakat, pasien pengguna layanan Puskesmas, dan tenaga kesehatan, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa ritual Wonge masih dipertahankan dalam praktik pengobatan tradisional masyarakat Pulau Hiri dan digunakan dalam proses tike sababu, yaitu pencarian penyebab penyakit yang memengaruhi kepercayaan serta keputusan pengobatan masyarakat. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa masyarakat dan tenaga kesehatan memiliki persepsi positif terhadap pemanfaatan teknologi kesehatan digital yang mengakomodasi bahasa dan budaya lokal. Selain itu, media komunikasi kesehatan yang tersedia belum memanfaatkan Bahasa Ternate secara optimal. Bentuk integrasi yang direkomendasikan meliputi penggunaan Bahasa Ternate dan unsur bahasa ritual Wonge dalam media edukasi kesehatan digital berbasis audio-visual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi bahasa ritual Wonge dalam teknologi kesehatan digital berpotensi meningkatkan efektivitas komunikasi kesehatan dan pemanfaatan layanan Puskesmas serta menjadi dasar konseptual bagi pengembangan Ma’sou sebagai model komunikasi kesehatan digital berbasis budaya lokal masyarakat Ternate.
Copyrights © 2026