Penggunaan pewarna sintetis dalam industri sablon menghasilkan limbah kimia yang sulit terurai, sehingga pigmen alami seperti kunyit (Curcuma longa L.) berpotensi dikembangkan sebagai alternatif tinta ramah lingkungan. Namun, tinta berbasis pigmen alami memiliki kelemahan pada stabilitas fisik sehingga diperlukan penambahan bahan pengikat seperti gum arabic. Pembuatan tinta dilakukan dengan mencampurkan ekstrak kurkumin dengan gum arabic. Metode ekstraksi kurkumin dilakukan menggunakan Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) dengan pelarut etanol 96%, kemudian diformulasikan menjadi tinta dengan variasi konsentrasi gum arabic 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% (w/v) pada kertas kraft 150 GSM. Parameter yang diuji meliputi pH, kadar padatan, serta lightfastness melalui pengukuran nilai density dan L*a*b*. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi tinta optimal diperoleh pada konsentrasi gum arabic 10% dengan nilai pH 4,26, kadar padatan 14,96%, density 0,82, dan nilai ΔE sebesar 9,976 yang mengindikasikan peningkatan stabilitas warna setelah paparan cahaya. Dengan demikian, penambahan gum arabic meningkatkan stabilitas fisik dan kualitas warna tinta sablon berbasis ekstrak kunyit.
Copyrights © 2026