Komunikasi informal di lingkungan kerja, khususnya gosip bermuatan negatif, kerap muncul pada perusahaan manufaktur yang memiliki intensitas interaksi antarkaryawan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran negative workplace gossip terhadap lingkungan kerja psikologis dan lingkungan kerja sosial karyawan pada sebuah perusahaan manufaktur garmen di Kota Cimahi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi terhadap delapan informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas karyawan pelaksana, seorang line leader, dan seorang supervisor. Data dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gosip negatif menurunkan rasa aman psikologis, memicu ketidaknyamanan emosional, merenggangkan hubungan antarkaryawan, dan melemahkan kekompakan tim, sehingga berimplikasi pada menurunnya fokus dan produktivitas kerja.
Copyrights © 2026