Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya adaptasi perpustakaan di era digital melalui media sosial. Fokus utama penelitian adalah pemanfaatan Instagram sebagai sarana promosi di Perpustakaan Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan pengelola, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pustakawan, admin media sosial Instagram, serta lima orang mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Instagram di Perpustakaan UUI mencakup penyebaran informasi layanan, fasilitas, dan kegiatan. Namun, efektivitasnya masih terhambat oleh kurangnya konsistensi unggahan dan variasi konten. Model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) digunakan untuk membedah sejauh mana promosi ini menarik minat mahasiswa. Hasil ini terlihat dari jumlah unggahan yang masih terbatas, yaitu 59 postingan sejak akun aktif pada Juni 2022 dengan konten yang ditampilkan kurang bervariasi, lebih banyak berupa ucapan hari besar dan dokumentasi kegiatan, sedangkan konten interaktif seperti polling, kuis, atau storytelling jarang digunakan. Tingkat keterlibatan pengguna juga rendah, ditunjukkan oleh jumlah pengikut yang hanya 318 akun per Juni 2025, dengan rata-rata 7–12 likes, 0–2 komentar, dan reach 85–110 akun per unggahan, atau sekitar 27–34% dari total pengikut. Kesimpulannya, diperlukan strategi kreatif yang lebih terencana untuk meningkatkan interaksi pemustaka. Kata Kunci: Media Sosial, Instagram, Promosi, Perpustakaan Pergurua Tinggi.
Copyrights © 2025