Rempah-rempah telah lama digunakan tidak hanya sebagai bahan penyedap makanan, tetapi juga sebagai obat tradisional yang memiliki potensi terapeutik. Salah satu rempah yang banyak diteliti adalah bawang putih (Allium sativum), yang mengandung berbagai senyawa bioaktif, terutama allicin, dengan sifat antimikroba dan farmakologis. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengkaji peran senyawa yang berasal dari bawang putih sebagai agen terapeutik, dengan fokus utama pada aktivitas antimikrobanya serta mekanisme fitokimia yang mendasarinya. Metode yang digunakan dalam tinjauan ini adalah penelusuran dan analisis artikel ilmiah dari jurnal bereputasi, buku teks, dan laporan resmi yang membahas sifat medis, kandungan fitokimia, serta efek antimikroba Allium sativum. Hasil kajian menunjukkan bahwa bawang putih memiliki aktivitas antimikroba spektrum luas terhadap bakteri dan jamur, yang terutama disebabkan oleh senyawa sulfur seperti allicin, ajoene, dan diallyl sulfide. Senyawa-senyawa tersebut bekerja melalui interaksi dengan gugus tiol protein, induksi stres oksidatif, dan penghambatan pertumbuhan mikroba. Kesimpulannya, bawang putih memiliki potensi besar sebagai agen terapeutik alami, khususnya dalam aplikasi antimikroba, meskipun penelitian klinis lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.
Copyrights © 2026