Peritonitis akibat apendisitis akut perforasi merupakan kegawatdaruratan bedah kritis yang secara signifikan meningkatkan morbiditas dan mortalitas pasien sekitar 5% karena risiko komplikasi sepsis yang cepat. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komprehensif etiologi, patofisiologi, manifestasi klinis, dan tatalaksana, serta integrasinya dengan prinsip kesehatan dalam Islam. Metode yang digunakan berfokus pada studi ilmiah terbaru yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir di database seperti NCBI, Science Direct, Scholar google untuk mencari evidence based medicine. Hasil temuan menunjukkan obstruksi lumen memicu iskemia, nekrosis, hingga ruptur apendiks yang mencemari rongga peritoneum dengan bakteri dan debris. Manifestasi klinis khasnya berkembang dari nyeri kuadran kanan bawah menjadi nyeri tekan difus, rigiditas abdomen, demam, dan leukositosis berat. Penanganan utama memerlukan tindakan source control segera melalui pembedahan yang dikombinasikan dengan antibiotik empiris target bakteri Gram-negatif enterik dan anaerob, seperti Seftriakson dan Metronidazol. Lebih lanjut, pandangan Islam memperkuat ikhtiar medis ini melalui penekanan pada aspek kebersihan diri serta urgensi pengobatan tepat waktu. Kesimpulannya, pengenalan dini gejala klinis dan intervensi multidisiplin yang cepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi sistemik yang fatal.
Copyrights © 2026