Penciptaan karya tari terinspirasi dari kisah perjalanan hidup pengkarya yang ditinggal oleh ibu kandung untuk selamanya. Pemilihan ini berakar pada bengkung sebagai properti yang berfungsi sebagai penangkal bagi ibu yang lagi mengandung dan melahirkan, yang di percayai masyarakat pada zaman dahulu di desa Senaung, Muaro Jambi. Bengkung adalah kain panjang yang ± 5 meter yang bertujuan untuk menguatkan tubuh dengan melilit dan memuturkan tubuh. Sehingga tubuh ditutupi bengkung tersebut. Warna bengkung ini merah, putih, dan hitam dipercayai masyarakat memiliki arti berupa penangkal. Gerak landasan penciptaan karya adalah gerak silat seni melayu Jambi yang berasal dari desa Muaro Jambi. Karya tari ini digarap dengan tipe dramatik dan menggunakan desain dramatik kerucut tunggal. Metode penciptaan tari yang digunakan terdiri dari riset, perumusan konsep, pengembangan konsep, diskusi dan perwujudan tari. Karya tari yang terdiri dari tiga bagian ini menggunakan konsep panggung arena dengan menggunakan properti bengkung dan kain putih.
Copyrights © 2026