Journal of International Relations Diponegoro
Vol 11, No 1: (June 2026)

Dilema Anarki: Strategi Intervensi Tidak Langsung NATO dalam Konflik Rusia-Ukraina

Annisa Khaira (Department of International Relations, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jl. Kertamukti No. 5 Cirendeu, Kota Tangerang Selatan 15419)
Keisya Imani Murad (Department of International Relations, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jl. Kertamukti No. 5 Cirendeu, Kota Tangerang Selatan 15419)
Suyani Marth (Department of International Relations, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jl. Kertamukti No. 5 Cirendeu, Kota Tangerang Selatan 15419)
Fatoumata Sonko (Department of International Relations, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jl. Kertamukti No. 5 Cirendeu, Kota Tangerang Selatan 15419)



Article Info

Publish Date
22 Jun 2026

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika konflik Rusia–Ukraina dalam kaitannya dengan ekspansi NATO serta implikasinya terhadap arsitektur keamanan internasional pasca-2022. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan 1 memanfaatkan data sekunder yang berasal dari jurnal ilmiah, dokumen resmi NATO, laporan lembaga internasional, serta berbagai literatur strategis dan hubungan internasional. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Neorealisme Struktural Kenneth Waltz, konsep security dilemma Robert Jervis, dan teori deterrence strategy dari Thomas Schelling serta Bernard Brodie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspansi NATO ke kawasan Eropa Timur dipersepsikan Rusia sebagai ancaman strategis terhadap keamanan nasional dan keseimbangan kekuatan regional. Kondisi tersebut memunculkan security dilemma antara Rusia dan NATO yang kemudian mendorong eskalasi konflik di Ukraina. Di sisi lain, NATO menerapkan strategi intervensi tidak langsung melalui bantuan militer, intelijen, dan logistik kepada Ukraina guna memperkuat deterrence tanpa terlibat dalam konfrontasi langsung dengan Rusia. Sebagai respons, Rusia mengembangkan doktrin militer modern yang menekankan perang hibrida, strategi anti-access/area denial (A2/AD), modernisasi militer, serta penggunaan ancaman nuklir sebagai instrumen penangkalan. Penelitian ini juga menemukan bahwa perang Rusia-Ukraina telah menyebabkan perubahan besar dalam tatanan keamanan internasional, termasuk remilitarisasi Eropa, perluasan NATO, dan munculnya polarisasi geopolitik baru antara blok Barat dan kekuatan revisionis seperti Rusia dan Tiongkok. Dengan demikian, konflik Rusia-Ukraina mencerminkan kembalinya kompetisi kekuatan besar dalam sistem internasional yang anarkis dan semakin kompleks.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jihi

Publisher

Subject

Description

Journal of International Relations Diponegoro publishes articles on contemporary transnational crimes from a variety of methodologies and approaches. The journal was originally established to encourage scholarly publications by students from International Relations, Faculty of Social and Political ...