Penelitian ini membahas manajemen pemasaran berbasis emosi mikro konsumen sebagai pendekatan strategis dalam membangun loyalitas pada era pasar yang semakin terfragmentasi. Emosi mikro konsumen dipahami sebagai sinyal emosional yang bersifat halus, cepat, dan sering kali tidak dinyatakan secara langsung, tetapi memengaruhi persepsi, keputusan pembelian, kepuasan, serta keterikatan terhadap merek. Fragmentasi pasar yang dipicu oleh digitalisasi, perubahan gaya hidup, personalisasi media, dan meningkatnya pilihan produk menyebabkan strategi pemasaran massal menjadi kurang efektif. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengembangkan kemampuan membaca pengalaman emosional konsumen pada berbagai titik interaksi, baik sebelum, selama, maupun setelah pembelian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka untuk mengkaji konsep emosi, pengalaman pelanggan, hubungan pemasaran, dan loyalitas konsumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa loyalitas tidak hanya dibentuk oleh kepuasan rasional, kualitas produk, atau harga, tetapi juga oleh pengalaman emosional kecil yang konsisten, seperti rasa dihargai, aman, dipahami, bangga, dan nyaman. Strategi pemasaran berbasis emosi mikro menuntut integrasi data, empati, komunikasi personal, respons cepat, serta etika pengelolaan informasi konsumen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan emosi mikro dapat menjadi sumber keunggulan bersaing yang relevan bagi organisasi yang beroperasi di pasar terfragmentasi.
Copyrights © 2026