Infeksi cacing pada domba merupakan masalah serius yang berpotensi menurunkan produktivitas ternak. Kondisi ini berdampak terhadap produktivitas peternakan domba. Menanggapi permasalahan ini banyak pengobatan secara kimiawi yang menimbulkan masalah seperti resistensi obat pada populasi cacing. Penggunaan anthelmintik herbal menjadi jawaban sebagai alternatif pengendalian helminthiasis. Tanaman yang efektif adalah anthelmintik buah pinang (Areca catechu L.). Anthelmintika ini lebih aman, ramah lingkungan, dan memiliki potensi rendah dalam menimbulkan resistensi. Perlu adanya penelitian dengan tujuan mengidentifikasi jenis dan jumlah telur cacing pada feses domba yang diberi perlakuan anthelmintik. Penelitian dilaksanakan di CV Burja Lawang, adapun pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi. Data penelitian diolah menggunakan metode prevalensi dan intesitas infestasi (termasuk perhitungan EPG). Hasil penelitian diperoleh cacing yang menginfeksi adalah Trichostrongylus dan Haemonchus. Jumlah telur sebelum aplikasi Anthelmintika 365 butir sedangkan sesudah aplikasi Anthelmintika 42 butir. Infeksi cacing sebelum pemberian anthelmintika berdasarkan jumlah telur cacing diperoleh seluruh domba terinfeksi, sedangkan berdasarkan jumlah telur cacing per gram feses (EPG) juga menunjukkan seluruh domba terinfeksi. Pemberian anthelmintika efektif dalam mengurangi jumlah dan jenis cacing pada feses domba, dimana domba yang terinfeksi cacing mengalami penurunan dibandingkan dengan sebelum diaplikasikan herbal anthelmintika.
Copyrights © 2026