Transformasi digital desa membutuhkan sistem informasi yang tidak hanya tersedia secara teknis, tetapi juga mampu digunakan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan tata kelola desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan desa dalam transformasi digital, menganalisis kesesuaian ekosistem open source OpenSID dengan kebutuhan tersebut, serta merumuskan model konseptual keberlanjutan penerapan OpenSID di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multiple/embedded. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi, dan diskusi kelompok terarah apabila diperlukan. Informan mencakup pengelola OpenSID/OpenDesa, perangkat desa, operator OpenSID, pendamping desa, dinas terkait, dan aktor pendukung implementasi. Data dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, verifikasi kesimpulan, serta analisis lintas-kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan utama desa meliputi data kependudukan, layanan administrasi, informasi publik, perencanaan pembangunan, layanan mandiri, dan pemetaan potensi desa. OpenSID cukup sesuai dengan kebutuhan dasar tersebut, tetapi keberlanjutannya ditentukan oleh kapasitas operator, komitmen pimpinan desa, dukungan komunitas, prosedur kerja, pembiayaan, pencadangan data, dan regenerasi pengelola. Model yang dihasilkan menempatkan kebutuhan desa, karakteristik perangkat lunak, kapasitas aktor, dan tata kelola sebagai komponen utama keberlanjutan ekosistem OpenSID.
Copyrights © 2026