Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas feromon sintetik dalam pengendalian hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) di PT Cisadane Sawit Raya, Kabupaten Labuhan Batu, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2026 menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan 6 perlakuan dan 2 ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 (kontrol), P1 (1 sachet per hektar), P2 (1 sachet per 2 hektar), P3 (1 sachet per 3 hektar), P4 (1 sachet per 4 hektar), dan P5 (1 sachet per 5 hektar). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkap feromon mampu menangkap 408 ekor O. rhinoceros, terdiri dari betina 285 ekor dan jantan 123 ekor. Jumlah tangkapan tertinggi terdapat pada perlakuan P1 sebanyak 111 ekor, sedangkan terendah pada P5 sebanyak 38 ekor. Analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah tangkapan (P < 0,05). Dominasi tangkapan betina mengindikasikan bahwa feromon sintetik efektif dalam menarik O. rhinoceros dan dapat digunakan sebagai metode pengendalian hama yang ramah lingkungan.
Copyrights © 2026