Masa remaja adalah masa transisi antara anak-anak dan orang dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, sosial, dan psikologis. Pola asuh orang tua selama masa perkembangan remaja sangat penting untuk karakter, perilaku, dan kesehatan mental remaja. Namun, ada beberapa orang tua yang tidak menerapkan pola asuh yang tepat untuk anak mereka. Sebagian orang tua cenderung menerapkan pola asuh otoriter yang terlalu keras, sedangkan sebagian lainnya cenderung menerapkan pola asuh permisif, yang memungkinkan anak-anak mereka beraktivitas tanpa pengawasan yang memadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana kedua pola asuh tersebut berdampak pada pertumbuhan remaja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi literatur. 11 remaja menerima kuesioner melalui Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh otoriter menyebabkan rendahnya kepercayaan diri, kesulitan berkomunikasi dengan orang tua, dan peningkatan tekanan emosional pada remaja. Di sisi lain, pola asuh permisif menyebabkan kurangnya disiplin, kurangnya tanggung jawab, dan kurangnya kontrol diri. Oleh karena itu, agar perkembangan remaja dapat berlangsung secara optimal, orang tua harus menerapkan pola asuh yang demokratis
Copyrights © 2026