Penelitian kuantitatif-korelasional menguji hubungan self-efficacy dan hardiness, baik secara simultan maupun parsial, dengan stres akademik pada mahasiswa santri di Kabupaten Kudus. Populasi penelitian adalah mahasiswa yang berstatus sebagai santri pondok pesantren di Kabupaten Kudus sementara sampel ditentukan menggunakan teknik quota sampling dengan jumlah minimum, 175 responden dihitung menggunakan G*Power. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert empat tingkat yang terdiri atas Skala Stres Akademik, Skala Self-Efficacy, dan Skala Hardiness yang disusun berdasarkan teori yang relevan. Validitas instrumen diuji menggunakan korelasi Product Moment Pearson dan reliabilitas menggunakan koefisien Cronbach's alpha. Analisis data dilakukan dengan regresi dua prediktor dan korelasi Product Moment Pearson menggunakan IBM SPSS Statistics 15.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy dan hardiness secara simultan berhubungan signifikan dengan stres akademik dengan kontribusi efektif sebesar 35,4%. Secara parsial, self-efficacy memiliki hubungan negatif dengan stres akademik dengan kontribusi sebesar 20,1%, sedangkan hardiness juga menunjukkan hubungan negatif dengan kontribusi sebesar 28,4%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-efficacy dan hardiness merupakan faktor psikologis yang berperan dalam menurunkan stres akademik pada mahasiswa santri. Oleh karena itu, penguatan keyakinan terhadap kemampuan diri dan hardiness psikologis perlu dikembangkan sebagai upaya mengurangi stres akademik
Copyrights © 2026