Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan strategis yang berperan penting dalam mendukung perekonomian masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Aek Raso, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pendapatan usahatani petani kelapa sawit swadaya dan petani plasma. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 50 responden, terdiri atas 25 petani swadaya dan 25 petani plasma, masing-masing memiliki luas lahan 2 hektare. Data dianalisis menggunakan analisis pendapatan (π = TR − TC) dan uji Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan tahunan petani plasma lebih tinggi dibandingkan petani swadaya. Analisis statistik juga menunjukkan adanya perbedaan pendapatan yang signifikan antara kedua kelompok petani. Pendapatan petani plasma yang lebih tinggi dipengaruhi oleh akses yang lebih baik terhadap pembinaan teknis, sarana produksi, serta kepastian harga tandan buah segar (TBS) melalui skema kemitraan inti-plasma. Temuan ini menunjukkan bahwa model kemitraan memberikan manfaat ekonomi dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan pendapatan usahatani.
Copyrights © 2026