Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi forgiveness sebagai strategi coping terhadap luka relasi dengan orang tua pada dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif partisipan dalam memaknai relasi yang menyakitkan dengan orang tua. Partisipan penelitian terdiri atas tiga orang dewasa awal yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan Reflexive Thematic Analysis yang dikembangkan oleh Braun dan Clarke (2006) dan dipertegas kembali dalam karya mereka tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama, yaitu luka relasi dengan orang tua, pengalaman distress akibat luka relasi dengan orang tua, upaya menghadapi luka relasi dengan orang tua, proses rekonstruksi makna terhadap pengalaman relasi dengan orang tua, dan forgiveness sebagai strategi coping terhadap luka relasi dengan orang tua. Temuan ini menunjukkan bahwa forgiveness tidak terjadi secara instan, melainkan berkembang melalui proses psikologis yang bertahap, mulai dari pengalaman distress, upaya bertahan, refleksi diri, hingga penerimaan terhadap pengalaman masa lalu. Dengan demikian, forgiveness dapat dipahami sebagai strategi coping yang adaptif dalam membantu individu melepaskan beban emosional dan memperoleh ketenangan psikologis.
Copyrights © 2026