Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan sebagian orang percaya masa kini yang memahami panggilan Tuhan secara terbatas pada aktivitas religius dan pelayanan gerejawi, sehingga mengabaikan dimensi ketaatan total yang menjadi inti panggilan ilahi dalam Alkitab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna teologis panggilan dan janji Allah kepada Abram dalam Kejadian 12:1–3 melalui pendekatan eksegesis gramatikal-historis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka dan analisis teks Ibrani terhadap unsur panggilan, struktur janji, serta dimensi universal berkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panggilan Allah kepada Abram bersifat personal, radikal, dan transformatif, karena menuntut pemutusan terhadap identitas lama serta respons iman yang menyeluruh. Selain itu, janji Allah tidak hanya berorientasi individual, tetapi juga memiliki dimensi universal sebagai sarana berkat bagi seluruh bangsa. Kesimpulannya, perikop ini menandai awal sejarah perjanjian dan menjadi fondasi penting bagi pemahaman tentang panggilan, iman, dan misi Allah dalam keseluruhan narasi Alkitab. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis gramatikal teks Ibrani, konteks historis, dan relevansi teologisnya bagi kehidupan orang percaya masa kini.
Copyrights © 2026