Kegiatan pengeboran merupakan tahap awal dalam proses peledakan batuan untuk menyediakan lubang ledak sebagai tempat pengisian bahan peledak. Keberhasilan peledakan sangat dipengaruhi oleh kinerja pengeboran, sehingga diperlukan analisis produktivitas dan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas alat bor Furukawa Rock Drill PCR 200, menghitung biaya pengeboran per meter pada kondisi yang ada, serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan produktivitas dan menurunkan biaya. Data yang digunakan meliputi data primer berupa cycle time , waktu kerja efektif, waktu hambatan, serta konsumsi bahan bakar dan pelumas, dan data sekunder berupa geometri pemboran, harga peralatan, serta upah tenaga kerja. Pengolahan data dilakukan melalui perhitungan efisiensi kerja, ketersediaan alat, kecepatan pemboran, produktivitas, dan biaya operasional, kemudian diterapkan setelah standar rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas eksisting sebesar 57,00 m³/jam dengan biaya pengeboran Rp63.381 per meter. Setelah pengurangan waktu hambatan yang dapat dihindari, produktivitas meningkat menjadi 71,3 m³/jam (naik 6,73%) dan biaya pengeboran menurun menjadi Rp58.121 per meter, sehingga terjadi penghematan Rp5.260 per meter. Rekomendasi yang diberikan terbukti mampu meningkatkan kinerja alat bor dan efisiensi biaya operasional.
Copyrights © 2026