Perkembangan globalisasi dan derasnya arus informasi digital menghadirkan tantangan serius bagi kehidupan keagamaan generasi muda. Paparan terhadap beragam pemahaman keagamaan yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan berpotensi melahirkan sikap keagamaan yang eksklusif, intoleran, bahkan ekstrem apabila tidak diimbangi dengan pemahaman keagamaan yang moderat. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk, penguatan nilai-nilai moderasi beragama menjadi kebutuhan mendesak, khususnya di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi remaja Masjid Al-Munadzirin Swakarya Kota Pekanbaru terhadap nilai-nilai moderasi beragama serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap sepuluh informan remaja masjid yang dipilih secara purposive berdasarkan tingkat keaktifan mereka dalam kegiatan masjid. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja Masjid Al-Munadzirin memiliki persepsi yang positif terhadap moderasi beragama, yang tercermin dalam pemahaman dan pengamalan empat pilar moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, sikap anti kekerasan, dan penghargaan terhadap tradisi lokal. Persepsi tersebut dipengaruhi oleh lingkungan masjid yang kondusif, pola pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, pengalaman interaksi sosial, latar belakang pendidikan, serta pengaruh media. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama secara berkelanjutan
Copyrights © 2026