Kemunculan kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam proses penyusunan karya ilmiah di kalangan mahasiswa. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi AI dalam setiap tahapan penyusunan makalah ilmiah, mengidentifikasi manfaat dan keterbatasannya, serta merumuskan rekomendasi penggunaan AI yang selaras dengan prinsip integritas akademik. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan secara kritis dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI terbukti relevan dalam seluruh tahapan penulisan, mulai dari pencarian topik, identifikasi celah penelitian, manajemen referensi, penyusunan draf, hingga deteksi plagiarisme. Penggunaan alat AI seperti ChatGPT, ResearchRabbit, dan Zotero mampu mempercepat penyelesaian karya ilmiah hingga 50% dan meningkatkan kepuasan pengguna sebesar 15%. Namun demikian, terdapat keterbatasan berupa distorsi makna, ketidaksesuaian gaya bahasa, keterbatasan pemrosesan bahasa Indonesia, serta risiko plagiarisme terselubung yang sulit terdeteksi. Selain itu, 70% pendidik menilai penggunaan AI berpotensi dikategorikan sebagai pelanggaran integritas akademik. Penggunaan AI dalam penulisan ilmiah harus dibatasi pada fungsi pendukung dan disertai transparansi penuh serta penguatan literasi digital di lingkungan perguruan tinggi.
Copyrights © 2026