Israiliyat merupakan riwayat atau kisah yang berasal dari tradisi Bani Israil yang masuk ke dalam literatur tafsir Al-Qur’an, terutama dalam penafsiran ayat-ayat yang berkaitan dengan kisah para nabi dan umat terdahulu. Kehadiran Israiliyat dalam tafsir tidak terlepas dari interaksi intelektual antara umat Islam dengan tradisi Yahudi dan Nasrani pada masa awal perkembangan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep Israiliyat dalam tafsir Al-Qur’an, meliputi pengertian, sumber, klasifikasi, serta sikap para ulama terhadap penggunaannya dalam penafsiran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yaitu dengan menganalisis berbagai literatur tafsir dan karya ulama yang membahas Israiliyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Israiliyat dalam tafsir diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu riwayat yang sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan hadis sehingga dapat diterima, riwayat yang bertentangan dengan keduanya sehingga harus ditolak, serta riwayat yang tidak memiliki kejelasan kebenarannya sehingga sikap yang diambil adalah tawaqquf (tidak membenarkan dan tidak pula mendustakan). Oleh karena itu, diperlukan sikap kritis dan selektif dalam menggunakan riwayat Israiliyat agar kemurnian penafsiran Al-Qur’an tetap terjaga.
Copyrights © 2026