Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses pembelajaran bermakna pada materi penjumlahan dan pengurangan di kelas rendah pada sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kesulitan yang dialami murid kelas 1 dalam memahami soal cerita matematika. Terutama pada soal operasi pengurangan yang menuntut kemampuan berpikir abstrak. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan partisipan guru kelas 1. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur dan dianalisis secara deskriptif. Hal tersebut bermanfaat untuk mengungkap pola pembelajaran, faktor pendukung dan penghambat serta strategi guru dalam membantu pemahaman murid. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berfokus pada penggunaan benda nyata serta permainan tradisional mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman murid. Murid lebih mudah memahami operasi penjumlahan dibandingkan pengurangan yang masih menjadi tantangan bagi sebagian anak. Guru pun membimbing secara individual dan bekerja sama dengan orangtua dalam memperkuat proses belajar di rumah. Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran matematika yang bermakna di kelas rendah dapat terwujud melalui kegiatan konkret, interaktif, dan kontekstual. Kegiatan-kegiatan tersebut sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak dan diperlukan dukungan kolaboratif antara guru dan orang tua.
Copyrights © 2026