Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi matematis siswa SMA pada konten uncertainty and data ditinjau dari gender dan empat konteks soal PISA. Metode: Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus ini melibatkan delapan siswa kelas X di salah satu SMA swasta di Bandung yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan pendekatan maximum variation sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes dan wawancara, yang selanjutnya diolah melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Temuan studi mengindikasikan bahwa sebagian siswa telah memiliki kemampuan dasar dalam proses formulate, employ, dan interpret, namun kemampuan tersebut belum berkembang secara optimal. Siswa masih melakukan kesalahan tahap formulate pada konteks societal dan occupational, tahap employ pada konteks personal, serta tahap interpret pada konteks scientific. Ditinjau dari aspek gender, siswa laki-laki dan perempuan menunjukkan kemampuan literasi matematis yang relatif setara tanpa perbedaan yang berarti. Simpulan: Temuan ini memberikan implikasi bagi guru untuk merancang pembelajaran kontekstual agar siswa terbiasa menghubungkan data dengan situasi nyata. Selain itu, guru dapat menerapkan strategi pembelajaran kolaboratif tanpa perlu membedakan perlakuan berdasarkan gender.
Copyrights © 2026