Masa transisi mahasiswa baru ke perguruan tinggi sering menimbulkan tantangan penyesuaian akademik, terutama ketika jurusan yang ditempuh tidak sesuai dengan minat awal. Kondisi ini dapat memicu stres, penurunan motivasi belajar, dan ketidakstabilan emosional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membantu mahasiswa baru menghadapi krisis penyesuaian akademik melalui pendekatan Konseling Islam Humanistik berbasis empati, refleksi diri, dan penguatan nilai spiritual. Mitra kegiatan adalah seorang mahasiswa baru Program Studi Sastra Arab di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta yang mengalami kesulitan penyesuaian akademik. Metode pengabdian dilaksanakan melalui dua sesi pendampingan individual selama 45–60 menit yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan penerimaan diri, berkurangnya rasa minder, meningkatnya motivasi belajar, serta tumbuhnya kesiapan mahasiswa dalam beradaptasi dengan lingkungan akademik baru. Pendekatan ini efektif sebagai bentuk pendampingan psikospiritual bagi mahasiswa baru.
Copyrights © 2026