Peningkatan volume limbah medis di kabupaten Pemalang menuntut penanganan yang terstandardisasi guna memitigasi risiko pencemaran lingkungan dan transmisi penyakit infeksius. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajerial dan keterampilan teknis para fasilitator kesehatan dalam mengelola residu klinis secara aman serta bernilai guna. Program kemitraan ini melibatkan 30 fasilitator dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut sebagai mitra strategis. Metode pelaksanaan mengadopsi pendekatan Action Research yang meliputi tahapan survei lapangan, lokakarya interaktif berbasis pola edupreneur, serta pendampingan teknis secara luring. Hasil kegiatan menunjukkan lonjakan signifikan pada literasi regulatif dan kompetensi psikomotorik peserta dalam memilah serta mensterilisasi limbah sesuai protokol biosekuriti terkini. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi aspek kewirausahaan dalam manajemen lingkungan mampu mengubah persepsi terhadap limbah dari beban operasional menjadi entitas produktif. Maknanya, penguatan kapasitas SDM merupakan determinan utama dalam menciptakan resiliensi tata kelola lingkungan hidup di sektor kesehatan. Keberhasilan ini memiliki urgensi tinggi sebagai model prototipe bagi standardisasi pengelolaan limbah medis yang berkelanjutan dan aman di tingkat lokal maupun nasional.
Copyrights © 2026