Perkembangan teknologi komunikasi mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap layanan internet yang cepat, stabil, dan mampu menjangkau berbagai wilayah. Selain jaringan seluler, layanan broadband berbasis satelit Low Earth Orbit (LEO) mulai digunakan sebagai alternatif akses internet di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja Quality of Service (QoS) layanan broadband satelit LEO menggunakan Starlink dengan jaringan seluler di Kabupaten Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif eksperimental melalui pengukuran langsung pada beberapa lokasi pengujian yang merepresentasikan wilayah perkotaan, semi-urban, dan pedesaan. Parameter QoS yang dianalisis meliputi bandwidth, throughput, delay, jitter, dan packet loss berdasarkan standar TIPHON. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan seluler memiliki performa lebih baik pada parameter throughput, bandwidth, dan delay di wilayah dengan kualitas sinyal yang baik, sedangkan layanan satelit LEO unggul dalam cakupan jaringan dan kestabilan akses pada wilayah dengan keterbatasan infrastruktur seluler. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pemilihan teknologi akses internet sesuai kondisi wilayah dan kebutuhan pengguna.
Copyrights © 2026