Tata kelola pengaduan dan aspirasi masyarakat di Balai Desa Pringtulis selama ini masih mengandalkan mekanisme konvensional melalui aplikasi pesan WhatsApp perorangan. Metode tersebut memicu berbagai kendala klinis di lapangan, seperti risiko kehilangan berkas dokumen aduan, lambatnya koordinasi birokrasi, serta ketiadaan transparansi pelacakan status laporan bagi masyarakat pelapor. Guna mengatasi permasalahan tersebut, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan menguji efektivitas sistem informasi SIPAKAT (Sistem Pengaduan Masyarakat Digital) berbasis web. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui empat tahapan sistematis yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan fungsional menggunakan use case diagram, implementasi sistem menggunakan framework Laravel dan basis data MySQL, serta diakhiri dengan pendampingan teknis secara langsung kepada aparatur desa selaku operator utama. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terealisasinya aplikasi SIPAKAT yang berfungsi penuh dengan dualisme skema akses, yaitu mode tamu untuk menjamin inklusivitas warga awam serta akun terdaftar untuk transparansi pelacakan status penanganan secara real-time. Kegiatan ini melibatkan Balai Desa Pringtulis sebagai mitra aktif mulai dari tahap analisis kebutuhan hingga pendampingan teknis. Staf desa terlibat langsung dalam uji coba sistem menggunakan kasus pengaduan nyata, dan berhasil mengoperasikan sistem secara mandiri setelah pendampingan. Berdasarkan perbandingan kondisi sebelum dan sesudah penerapan, sistem terbukti mampu mengeliminasi risiko kehilangan laporan dan meningkatkan transparansi pelacakan status pengaduan oleh warga
Copyrights © 2026