Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian, namun banyak pelaku UMKM masih menghadapi masalah pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, adopsi teknologi, dan analisis kinerja usaha. Artikel ini menyajikan rancangan dan hasil analisis kebutuhan program pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapabilitas keuangan UMKM melalui implementasi sistem akuntansi digital dan pelatihan analisis kinerja usaha. Metode kegiatan dirancang dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan akuntansi digital, penerapan template laporan, pendampingan input data, evaluasi capaian, serta perencanaan keberlanjutan. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa mitra memerlukan sistem pencatatan digital yang sederhana, laporan keuangan periodik, dashboard indikator kinerja, serta pendampingan teknis agar keputusan usaha tidak hanya bertumpu pada intuisi. Program ini diarahkan untuk menghasilkan sistem pencatatan harian aktif, laporan laba rugi, neraca sederhana, arus kas, dan kemampuan membaca indikator keuangan seperti margin laba, arus kas, piutang, utang, serta titik impas. Artikel ini menegaskan bahwa pendampingan akuntansi digital yang kontekstual dapat menjadi strategi pemberdayaan yang relevan untuk membangun UMKM yang tertib administrasi, akuntabel, efisien, dan berbasis data.
Copyrights © 2026