Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya sistem pengendalian persediaan bahan baku tepung ketan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jenang Dodol Bu Hartini yang disebabkan oleh kebijakan persediaan yang diterapkan perusahaan sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan pada biaya pemesanan dan penyimpanan. Penelitian ini betujuan untuk mengevaluasi tingkat efisiensi daripada kebijakan persediaan yang dilakukan perusahaan serta membandingkan kebijakan tersebut dengan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Just In Time (JIT) sebagai alternatif pengendalian persediaan. Penerapan kedua metode tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan efisiensi biaya persediaan dan menunjang keberlangsungan operasional perusahaan. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggabungkan sumber data primer dan sekunder, yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil analisis membuktikan bahwa kebijakan sistem persediaan yang diterapkan oleh perusahaan menghasilkan total biaya persediaan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan metode Economic Order Quantity (EOQ) maupun Just In Time (JIT). Total biaya persediaan yang diperoleh melalui metode Economic Order Quantity (EOQ) sebesar Rp 472.441, sedangkan metode Just In Time (JIT) menghasilkan biaya sebesar Rp332.039. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan biaya persediaan yang berdasar pada kebijakan perusahaan yang mencapai Rp 2.100.000. Dengan demikian, penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Just In Time (JIT) mampu meningkatkan efisiensi biaya persediaan bahan baku pada UMKM Jenang Dodol Bu hartini, dengan metode Just In Time (JIT) terbukti sebagai pendekatan yang paling efisien.
Copyrights © 2026