Penelitian ini bertujuan mengembangkan sensor plasmonik berbasis gold nanobipyramids (GNBP) untuk mendeteksi residu malathion pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.). GNBP disintesis menggunakan metode seed-mediated growth dan dikarakterisasi menggunakan spektroskopi UV-Vis, X-Ray Diffraction (XRD), dan Field Emission Scanning Electron Microscope (FESEM). Hasil karakterisasi UV-Vis menunjukkan dua puncak localized surface plasmon resonance (LSPR), yaitu transverse surface plasmon resonance (t-SPR) pada sekitar 560 nm dan longitudinal surface plasmon resonance (l-SPR) pada sekitar 740 nm yang menandakan terbentuknya struktur anisotropik nanobipiramida emas. Analisis XRD mengonfirmasi struktur kristal face centered cubic (FCC) khas emas, sedangkan citra FESEM menunjukkan morfologi bipiramida dengan distribusi ukuran yang relatif homogen. Pengujian sensitivitas sensor menunjukkan adanya perubahan intensitas absorbansi setelah interaksi antara GNBP dan ekstrak tomat yang mengandung malathion, yang mengindikasikan perubahan respons plasmonik akibat perubahan indeks bias lokal di sekitar nanopartikel. Pita l-SPR menunjukkan sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan pita t-SPR terhadap keberadaan malathion. Selain itu, pengujian repetabilitas dan stabilitas menunjukkan bahwa sensor memiliki respons yang konsisten dan stabil selama pengukuran berulang hingga 600 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor plasmonik berbasis GNBP memiliki potensi yang baik untuk aplikasi deteksi residu pestisida pada bidang keamanan pangan dan pemantauan lingkungan.
Copyrights © 2026