Penelitian ini bertujuan menentukan volume rod filler brazing yang optimal pada sambungan pipa tembaga agar memenuhi standar teknis sekaligus meningkatkan efisiensi biaya material pada lini produksi AC. Metode penelitian menggunakan eksperimen murni melalui pengurangan volume rod filler secara bertahap (Reduce 1 hingga Reduce 4). Pengujian dilakukan menggunakan uji tarik (tensile test), uji kebocoran (leak test), dan uji fungsional (running test). Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan dioptimasi dengan integrasi metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), dengan parameter keselamatan (leak test) sebagai prioritas utama berbobot 54,77%. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa pengurangan volume filler hingga tingkat Reduce 4 (±50%) tidak memberikan perbedaan signifikan terhadap kekuatan tarik sambungan (p-value > 0,05). Namun, hasil optimasi TOPSIS menunjukkan bahwa batas optimal pengurangan material berbeda pada setiap geometri pipa. Untuk pipa berdiameter 9 mm dan 6 mm, kondisi optimal berada pada Reduce 3 dengan skor preferensi masing-masing 0,6690 dan 0,9653, menghasilkan efisiensi biaya material sekitar 40% tanpa menurunkan kualitas mekanik. Sementara itu, pipa diameter 7 mm menunjukkan peningkatan kebocoran pada pengurangan ekstrem sehingga kondisi optimal berada pada Reduce 1 dengan skor 0,8721. Hasil penelitian menghasilkan rekomendasi standardisasi volume rod filler brazing berbasis manajemen risiko teknik untuk mendukung program cost down perusahaan.
Copyrights © 2026