Penelitian ini menganalisis efektivitas strategi komunikasi dakwah profetik mahasiswa Universitas Nurul Jadid dalam membentuk kesadaran keagamaan masyarakat, meliputi dimensi humanisasi, liberasi, dan transendensi. Pendekatan kualitatif studi kasus digunakan dengan 5 mahasiswa dan 5 anggota masyarakat sebagai informan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan strategi dialogis dan empatik (humanisasi) meningkatkan partisipasi audiens, pengaitan pesan dengan isu sosial (liberasi) mendorong refleksi kritis dan pengambilan keputusan etis, serta muhasabah (transendensi) memperkuat internalisasi nilai keagamaan. Temuan menegaskan dakwah profetik dapat dijalankan sebagai model komunikasi transformasional berbasis komunitas yang efektif dalam mengubah pemahaman, sikap, dan perilaku religius secara komprehensif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026