Lansia di Panti Werdha X Tangerang Selatan kerap menghadapi konflik dalam interaksi sosial akibat perbedaan karakter dan perspektif, yang memunculkan respons maladaptif seperti ekspresi kemarahan secara impulsif, memendam emosi, interaksi sosial yang selektif, hingga penarikan diri dari lingkungan sosial. Kondisi ini mengindikasikan adanya kesulitan dalam meregulasi emosi secara adaptif, yang apabila tidak ditangani dapat berdampak negatif pada kesejahteraan psikologis lansia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada lansia di Panti Werdha X Tangerang Selatan melalui program intervensi berbasis regulasi emosi. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest dengan tujuh partisipan. Program intervensi terdiri atas lima sesi, yaitu psikoedukasi, aktivitas seni mewarnai, expressive writing, permainan kelompok tebak gambar, dan aktivitas kreatif yang dilanjutkan dengan teknik nafas dalam. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) yang diadaptasi oleh Radde et al. (2021). Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dalam menilai situasi emosional dan mengekspresikan emosi dengan lebih adaptif ketika menghadapi konflik sosial, yang turut berdampak pada berkurangnya intensitas konflik dalam interaksi sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa program intervensi berbasis regulasi emosi efektif dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada lansia di Panti Werdha X Tangerang Selatan.
Copyrights © 2026