Kalurahan Bimomartani memiliki potensi alam, budaya, dan lanskap yang mendukung pengembangan ekowisata, namun pemanfaatannya belum optimal karena keterbatasan tata kelola destinasi, koordinasi kelembagaan, legalitas kawasan, dan kapasitas mitigasi bencana. Program ini bertujuan menerapkan Model Pancadaya sebagai pendekatan berkelanjutan yang mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat dan ketangguhan bencana. Metode partisipatif melibatkan Pokdarwis Bimo Pandowo dan KSB Bimosakti sebagai mitra utama. Pada lima dimensi (Daya Tarik, Dukung, Akses, Kreatif, dan Layanan), implementasi diwujudkan melalui pelatihan, pendampingan, penguatan kelembagaan, penerapan teknologi (EWS, cadangan listrik, AR, dan IoT), serta pengembangan produk wisata. Berdasarkan pengukuran dari kondisi awal hingga akhir program, hasil menunjukkan peningkatan kunjungan Embung Bimomartani sebesar 500%, Tuk Bulus 300%, pertumbuhan UMKM 250%, pemahaman mitigasi bencana 25%, serta pemetaan jalur evakuasi 80%. Di sisi lain, terjadi perubahan kelembagaan yang signifikan, meliputi tersusunnya sistem pengelolaan wisata terpadu, penguatan fungsi Pokdarwis dalam pengelolaan destinasi, dan peningkatan kapasitas KSB dalam kesiapsiagaan kebencanaan. Dengan demikian, Model Pancadaya terbukti efektif memperkuat ekowisata berkelanjutan sekaligus mewujudkan desa yang tangguh terhadap bencana.
Copyrights © 2026