Perawat Penanggung Jawab Asuhan (PPJA) diharapkan menunjukkan sikap profesional, tenang, sabar, dan terbuka saat menjalankan serah terima pasien. Sikap ini sangat penting untuk memastikan sikap yang positif, keamanan pasien, dan kesinambungan asuhan keperawatan yang bermutu Beberapa sikap yang harus dimiliki PPJA yaitu: profesional dan bertanggung jawab, tenang dan sabar, terbuka dan transparan, menghargai kerahasiaan (konfidensialitas), empati dan peduli, serta membangun kepercayaan. Bedside handover penting diterapkan karena untuk mengetahui perkembangan kesehatan pasien dan memastikan keberlanjutan tindakan keperawatan yang harus dilakukan kepada pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan kompetensi sikap perawat penanggung jawab asuhan (PPJA) terhadap penerapan bedside handover tradisional Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung Tahun 2025 Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah PPJA yang berjumlah 64 orang dengan menggunakan metode sampel yaitu total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji dalam analisa data pada penelitian ini menggunakan uji chi-square Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value 0,001 atau p-value < 0,05 yang artinya terdapat Hubungan Kompetensi Sikap Perawat Penanggung Jawab Asuhan (PPJA) Penerapan Terhadap Bedside Handover Tradisional Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung Tahun 2025. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi Rumah Sakit dalam menerapkan kompetensi sikap PPJA terhadap bedside handover tradisional melalui pelatihan dan edukasi terhadap PPJA.
Copyrights © 2026