Abad ke-19 merupakan periode penting dalam sejarah Islam di Indonesia karena pada masa ini terjadi konsolidasi sosial-keagamaan dan intelektual yang berpengaruh besar terhadap perkembangan Islam pada awal abad ke-20. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pertumbuhan intelektual Islam di Indonesia abad ke-19 dibentuk oleh penguatan otoritas ulama, pelembagaan pendidikan Islam tradisional, jaringan Haramain, budaya kitab, serta tekanan kolonialisme Belanda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan menelaah literatur sejarah intelektual Islam, pendidikan Islam, jaringan ulama Nusantara, dan budaya teks di Asia Tenggara. Hasil kajian menunjukkan bahwa abad ke-19 bukan hanya fase keberagamaan tradisional, tetapi periode konsolidasi intelektual ketika ulama lokal memperoleh legitimasi yang lebih kuat melalui jaringan keilmuan transregional, pesantren-surau-dayah berkembang sebagai infrastruktur reproduksi pengetahuan, dan budaya cetak memperluas sirkulasi kitab keagamaan. Di sisi lain, kolonialisme justru mempertegas posisi lembaga pendidikan Islam sebagai benteng identitas dan otoritas sosial-keagamaan. Penelitian ini berargumen bahwa interaksi antara jaringan global Islam, dinamika lokal kelembagaan, dan perubahan medium transmisi ilmu merupakan kunci untuk memahami pembentukan fondasi Islam Indonesia modern.
Copyrights © 2026