Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi dakwah di era globalisasi pada komunitas Muslim Tionghoa di Masjid Lautze 2 Bandung dalam perspektif sosiologi dakwah kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman mualaf dalam proses konversi agama dan pembentukan identitas keislaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Lautze 2 Bandung tidak hanya menjadi pusat pembinaan mualaf lokal, tetapi juga memiliki dimensi global dengan hadirnya mualaf dari berbagai negara. Transformasi dakwah ditandai dengan pergeseran dari pendekatan konvensional menuju pendekatan dialogis, partisipatif, dan kontekstual yang berbasis komunikasi antarbudaya. Pendakwah berperan sebagai fasilitator yang mampu mengakomodasi keberagaman latar belakang mualaf melalui strategi inkulturasi dan pendekatan personal. Selain itu, proses konvergensi agama menunjukkan adanya integrasi antara identitas budaya asal dengan ajaran Islam yang baru. Meskipun terdapat berbagai tantangan seperti perbedaan bahasa, budaya, dan tekanan sosial, pendekatan dakwah yang adaptif mampu membantu mualaf dalam membangun identitas keagamaan yang inklusif dan stabil. Dengan demikian, transformasi dakwah di Masjid Lautze mencerminkan model dakwah yang relevan dalam menghadapi dinamika global masyarakat multikultural
Copyrights © 2026