Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis
Vol. 15 No. 1 (2026): Juni 2026

KETERKAITAN IMT DAN KEJADIAN PREEKLAMSIA RSUD SAYANG CIANJUR : THE ASSOCIATION BETWEEN BMI AND THE INCIDENCE OF PREECLAMPSIA AT SAYANG CIANJUR REGIONAL GENERAL HOSPITAL

Rizkykha Bella Mugniya (Universitas Tarumanagara)
Ricky Susanto (Universitas Tarumanagara)



Article Info

Publish Date
26 Jun 2026

Abstract

Preeklamsia tergolong gangguan khusus pada masa kehamilan yang diidentifikasi dengan hipertensi dan proteinuria dengan umur kehamilan lebih dari 20 minggu. Setiap tahun sekitar 5-7% preeklamsia menjadi salah satu kondisi hipertensi paling berbahaya yang memengaruhi kehamilan dan menyebabkan tingginya angka kematian hingga 700.000 ibu dan 500.000 bayi. Ibu hamil yang memiliki nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) tinggi menguasai risiko lebih tinggi untuk mengghadapi berbagai komplikasi seperti preeklamsia, eklamsia, persalinan induksi, dan diabetes gestasional. Tujuan penelitian ini berorientasi mengerti hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan fenomena preekklamsia pada ibu hamil. Data yang telah dihimpun dari rekam medis sebanyak 160 mengaplikasikan desain studi observasional analitik dan mengoperasikan desain studi cross sectional dengan analisis bivariat menggunakan Chi-square. Hasil dari riset ini ditemukan mayoritas Indeks Massa Tubuh (IMT) klasifikasi risiko tinggi sejumlah 123 orang (76,9%). Kejadian preeklamsia sejumlah 109 orang (68,1%). Ditemukan korelasi antara ibu hamil yang memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan risiko tinggi dan kejadian preeklamsia, pada hasil uji statistik dengan nilai p=0,001. Diintrepetasikan bahwasannya Indeks Massa Tubuh (IMT) memiliki hubungan bersama fenomena preeklamsia pada ibu hamil. Ibu hamil direkomendasikan mengawasi tekanan darah secara rutin pada masa kehamilan, serta menjaga berat badan ideal untuk menurunkan kejadian preeklamsia. Preeclampsia is a specific disorder of pregnancy characterized by hypertension and proteinuria at a gestational age of more than 20 weeks. Each year, approximately 5–7% of cases of preeclampsia represent one of the most dangerous hypertensive conditions affecting pregnancy, resulting in high mortality rates of up to 700,000 mothers and 500,000 infants. Pregnant women with a high Body Mass Index (BMI) face a higher risk of experiencing various complications such as preeclampsia, eclampsia, induced labor, and gestational diabetes. The objective of this study is to understand the relationship between Body Mass Index (BMI) and the occurrence of preeclampsia in pregnant women. Data collected from medical records of 160 participants utilized an analytical observational study design and employed a cross-sectional approach. Bivariate analysis was performed using the Chi-square test. Among the pregnant women in this study, the majority were classified as having a high-risk Body Mass Index (BMI), totaling 123 individuals (76.9%). The incidence of preeclampsia was 109 cases (68.1%). A correlation was found between pregnant women with a high-risk Body Mass Index (BMI) and the incidence of preeclampsia, as indicated by statistical test results with a p-value of 0.001. It has been found that Body Mass Index (BMI) is associated with preeclampsia in pregnant women. Pregnant women are advised to monitor their blood pressure regularly during pregnancy and maintain a healthy weight to reduce the risk of preeclampsia.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ibnunafis

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan yaitu pada bulan Juni dan Desember yang menerima dan menerbitkan artikel penelitian, tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kedokteran ...