Penelitian ini menganalisis representasi perlawanan perempuan terhadap sistem patriarki dalam novel Frankofon Les Impatientes (2020) karya Djaïli Amadou Amal, dengan fokus pada karakter Ramla. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji Conscientização, yaitu proses seseorang menyadari ketidakadilan bukan suatu hal yang natural dan seharusnya memicu pembebasan, justru gagal karena sistem budaya Munyal yang opresif. Oleh karena itu, penelitian ini menerapkan teori pendidikan kritis oleh Paulo Freire melalui metode analisis naratif kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana Conscientização Ramla terpicu, serta bentuk perlawanan yang memicu konflik untuk keluarganya berupa manipulasi emosional dan ancaman yang diberikan ayahnya terhadap ibunya. Novel ini secara ironis menggambarkan bahwa meskipun Ramla memiliki kesadaran, ia akhirnya harus menyerah pada budaya 'Munyal' yang sangat patriarkal yang menuntut untuk bersabar dan pasrah. Hasil penelitian ini menekankan bahwa dalam konteks masyarakat yang sangat patriarkal, perlawanan perempuan merupakan hal yang berharga dan penting untuk membangkitkan kesadaran kritis terhadap sistem budaya yang menindas. Terlepas dari apapun hasilnya, perlawanan satu perempuan dapat menjadi inspirasi dan harapan kolektif.
Copyrights © 2026