Early marriage remains a widespread social problem in Indonesia, bringing significant negative consequences for the health, psychological well-being, education, and economic future of those involved, including within Christian families. This article examines the urgency of Christian faith education as a preventive instrument against early marriage through biblical and pastoral practical theology approaches. The method employed is qualitative research with a library research design. The findings indicate that faith education rooted in Genesis 2:24, Deuteronomy 6:4-9, and the wisdom of Proverbs establishes a foundation of character, spiritual maturity, and sound decision-making capacity for the younger generation, thereby serving as an effective preventive measure against early marriage. The church's role through pastoral care, tiered premarital counseling, and contextual catechesis constitutes an inseparable element of practical theology alongside the family's role. Sustained synergy between family and church is the key to the effectiveness of faith education as a preventive instrument against early marriage. Abstrak Pernikahan dini masih menjadi persoalan sosial yang meluas di Indonesia dan membawa dam-pak negatif yang signifikan bagi kesehatan, psikologis, pendidikan, serta masa depan ekonomi para pelakunya, termasuk di kalangan keluarga Kristen. Artikel ini mengkaji urgensi pendidikan iman Kristen sebagai instrumen preventif terhadap pernikahan dini melalui pendekatan biblika dan teologi praktis pastoral. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan iman yang berakar pada Kejadian 2:24, Ulangan 6:4-9, dan hikmat Kitab Amsal membentuk fondasi karakter, kedewasaan spiritual, serta kemampuan pengambilan keputusan yang matang bagi generasi muda, sehingga menjadi benteng preventif yang efektif terhadap pernikahan dini. Peran gereja melalui pembinaan pastoral, konseling pranikah yang berjenjang, dan katekisasi kontekstual merupakan elemen teologi praktis yang tidak terpisahkan dari peran keluarga. Sinergi berkelanjutan antara keluarga dan gereja menjadi kunci efektivitas pendidikan iman sebagai in-strumen pencegahan pernikahan dini.
Copyrights © 2026