EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani
Vol 10 No 1: Mei 2026

Teologi Meja Makan: Menghidupi Semangat Slametan sebagai Wujud Diakonia Inklusif

Maria Partiyatun (Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta)
Martina Novalina (Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta)



Article Info

Publish Date
30 May 2026

Abstract

Local church diaconia often falls into an exclusive charitable paradigm that concentrates resources on internal celebrations, thereby losing its transformative impact in the face of poverty and fragile interfaith relations in Indonesia. This article aims to formulate an inclusive diaconal praxis model by reconstructing the slametan tradition through the table fellowship theology framework. Using qualitative library research and a cultural hermeneutics approach, the study dialogues slametan philosophy with the concept of Jesus' table fellowship. Findings indicate that slametan can be reconstructed as relational diaconia aligned with Christ's open commensality. Nevertheless, the church must critically engage slametan's internal tensions, namely the conflict between its egalitarian potential and the implicit hierarchical structures it preserves, including gender role segregation and social stratification. Through a critical dialectic animated by the impulse of boundary-crossing theology, the church can deconstruct ecclesiological, sociological, and religious barriers, offering a genuinely inclusive feast for the marginalized. Practically, this article recommends restructuring internal celebration budgets into interfaith solidarity funds and transforming the dining table into a public hospitality space free from proselytization agendas.   Abstrak Pelayanan diakonia jemaat lokal kerap terjebak dalam paradigma karitatif eksklusif yang memusatkan sumber daya pada perayaan internal, sehingga kehilangan daya transformatifnya di tengah kemiskinan dan kerentanan relasi sosial lintas iman di Indonesia. Artikel ini bertujuan merumuskan model praksis diakonia inklusif dengan merekonstruksi tradisi slametan melalui kerangka teologi meja makan. Menggunakan metode kualitatif studi pustaka dan pendekatan hermeneutika budaya, kajian ini mendialogkan filosofi Slametan dengan konsep table fellowship Yesus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa slametan dapat direkonstruksi sebagai manifestasi diakonia relasional yang selaras dengan per-jamuan Kristus. Namun demikian, gereja perlu bersikap kritis terhadap tegangan internal slametan, yak-ni antara potensi egalitariasinya dan struktur hierarkis implisit yang masih dilestarikan, seperti segregasi peran gender dan pembedaan status sosial. Melalui dialektika kritis yang dijiwai oleh impuls teologi lintas batas, gereja dapat mendekonstruksi sekat eklesiologis, sosiologis, dan religius, serta menghadirkan perjamuan yang benar-benar inklusif bagi kaum marjinal. Secara praktis, artikel ini merekomendasikan restrukturisasi anggaran syukuran internal menjadi dana solidaritas lintas iman, serta transformasi meja makan menjadi ruang hospitalitas publik yang bebas dari agenda proselitisme.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

epigraphe

Publisher

Subject

Arts Humanities Social Sciences Other

Description

EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan pelayanan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2579-9932 (online), ISSN: 2614-7203 (print), diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Torsina ...