Fenomena pernikahan dini di Desa Rejoso, Kecamatan Rejoso, masih menjadi masalah sosial yang mendesak akibat pergaulan bebas, norma budaya, tekanan ekonomi, dan rendahnya kesadaran masyarakat, yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan serta putus sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi penyuluh KB Rejoso dalam menangani bagian dari dinamika perubahan sosial. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan penyuluh, serta observasi partisipatif pada kegiatan lapangan. Temuan menunjukkan strategi meliputi pendekatan interpersonal (Kelompok Bina Keluarga Remaja), media visual (poster digital dan brosur), serta kolaborasi dengan kader IMP (Institusi Masyarakat Pedesaan. Pembahasan menunjukkan bahwa komunikasi yang bersifat mengajak dan melibatkan partisipasi masyarakat cukup efektif, meskipun masih menghadapi kendala seperti pergaulan bebas yang sudah mengakar serta keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model komunikasi yang terintegrasi perlu diterapkan dalam program KB di wilayah pedesaan, agar proses perubahan sosial dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026