Kabupaten Samosir memiliki potensi kopi Arabika, tetapi Kelompok Tani Kopi Kembar masih menghadapi kendala pada pengeringan, pengukuran kadar air, penyimpanan green bean, dan pengendalian roasting. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas teknis petani melalui transfer teknologi pascapanen dan pembelajaran kolaboratif internasional. Metode menggabungkan pendidikan masyarakat, pelatihan, konsultasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi deskriptif. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, penyuluhan, demonstrasi penggunaan alat ukur kadar air, praktik penyimpanan green bean, praktik roasting, dan evaluasi melalui observasi serta diskusi. Hasil menunjukkan perubahan kualitatif pada lima aspek, yaitu penggunaan kadar air sebagai parameter pengeringan, pemahaman kondisi penyimpanan, pengenalan pencatatan profil sangrai, peningkatan pengetahuan mutu, dan bertambahnya wawasan internasional. Kegiatan belum menghasilkan data kuantitatif pretest-posttest, mutu sensoris, atau nilai ekonomi, sehingga dampak tidak dinyatakan dalam persentase. Program ini menegaskan pentingnya integrasi teknologi tepat guna, pendampingan partisipatif, dan kolaborasi multipihak untuk memperbaiki konsistensi mutu kopi Arabika Samosir.
Copyrights © 2026