Streptococcus mutans merupakan bakteri gram positif anaerob fakultatif yang berperan dalam berbagai infeksi sistemik, termasuk endokarditis infektif, serta memiliki kemampuan membentuk biofilm. Pembentukan biofilm menyebabkan peningkatan resistensi bakteri terhadap respons imun dan agen antimikroba, sehingga diperlukan alternatif terapi yang efektif untuk menurunkan massa biofilm. Daun cengkih (Syzygium aromaticum) mengandung senyawa aktif seperti eugenol, flavonoid, saponin, dan alkaloid sebagai agen antibakteri dan antibiofilm. Penelitian ini bertujuan membuktikan efek fraksi n-heksana daun cengkih serta menentukan konsentrasi paling efektif dalam menurunkan massa biofilm Streptococcus mutans. Penelitian ini merupakan eksperimen murni dengan desain post-test only control group. Uji antibiofilm dilakukan menggunakan fraksi n-heksana daun cengkih pada konsentrasi 20%, 10%, 5%, 2,5%, dan 1,25%, dengan klorheksidin sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Biofilm diwarnai menggunakan kristal violet 0,1% dan diukur menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 600 nm. Analisis data dilakukan dengan uji Kruskal–Wallis dan uji lanjut Dunn. Hasil menunjukkan bahwa fraksi n-heksana daun cengkih memiliki aktivitas antibiofilm signifikan terhadap Streptococcus mutans pada konsentrasi 20% dan 10% (p < 0,05). Konsentrasi 10% menunjukkan efektivitas terbaik dengan nilai OD terendah dan persentase degradasi biofilm tertinggi (3,33%), setara dengan kontrol positif. Disimpulkan bahwa fraksi n-heksana daun cengkih efektif menurunkan massa biofilm Streptococcus mutans.
Copyrights © 2026