Penelitian ini bertujuan menganalisis peran ruang digital dalam mendukung penyintas kekerasan seksual pada generasi Z. Kekerasan seksual merupakan isu serius yang berdampak pada kesejahteraan psikologis dan sosial penyintas, sehingga pemahaman mengenai dukungan yang tersedia melalui teknologi digital penting untuk dikaji. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap sepuluh artikel ilmiah yang dipublikasikan antara 2019–2025 dan diperoleh dari basis data Scopus dan PubMed sesuai kriteria inklusi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital, terutama media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Snapchat, berperan penting sebagai ruang bagi penyintas untuk berbagi pengalaman, memperoleh dukungan emosional, serta mengakses informasi dan layanan bantuan. Selain itu, teknologi digital juga efektif digunakan untuk kampanye kesadaran dan edukasi publik terkait kekerasan seksual. Namun, penggunaan ruang digital tidak bebas risiko, karena terdapat potensi pelecehan siber dan technology-facilitated sexual violence yang menuntut mitigasi dan pengawasan lebih lanjut. Dengan demikian, ruang digital memberikan kontribusi signifikan dalam pemberdayaan penyintas dan edukasi publik, meskipun perlu strategi untuk meminimalkan risiko negatifnya. Penelitian ini menyarankan perlunya penguatan kebijakan perlindungan digital, peningkatan literasi digital masyarakat, serta pengembangan platform daring yang lebih aman dan responsif dalam memberikan dukungan bagi penyintas kekerasan seksual.
Copyrights © 2026