Gunung Merapi merupakan gunung berapi yang terletak di provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang masih aktif hingga saat ini. Aktivitas vulkanik Gunung Merapi berdampak pada ekosistem di sekitarnya, termasuk keanekaragaman flora khususnya tumbuhan lumut. Penelitian mengenai keanekaragaman lumut telah dilakukan di lereng selatan dan tenggara Gunung Merapi, namun belum ada laporan mengenai keanekaragaman lumut Hepaticopsida di lereng utara. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melengkapi informasi yang ada dan mempelajari keanekaragaman dan distribusi lumut Hepaticopsida di lereng utara Gunung Merapi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penjelajahan untuk menentukan keanekaragaman dan metode kuadrat dengan plot 15x15 cm untuk menentukan distribusinya. Analisis distribusi ditentukan dengan perhitungan dominansi, densitas, frekuensi, dan nilai penting, sedangkan keanekaragaman spesies ditentukan dengan Indeks Shannon-Wiener (H’). Hasil penelitian ditemukan 16 spesies lumut Hepaticopsida yaitu Dumortiera hirsuta, Fimbriaria venosa, Marchantia palmata, Marchantia polymorpha, Metzgeria furcata, Heteroscyphus coalitus, Plagiochila asplenioides, Plagiochila junghuhniana, Porella pinnata, Cheilolejeunea xanthocarpa, Lejeunea flava, Lejeunea alata, Lejeunea catanduana, Lejeunea eifrigii, Lejeunea sordida, dan Mastigolejeunea virens memiliki indeks keanekaragaman tergolong sedang dengan rata-rata indeks dari 4 zona sebesar 2,30. Dari 16 spesies tersebut diklasifikasikan menjadi menjadi 4 ordo yaitu Marchantiales, Metzgeriales, Jungermanniales, dan Porellales. Spesies yang memiliki distribusi paling luas dan merata adalah Lejeunea flava dengan Nilai Penting sebesar 51,57%. Secara ekologis, temuan ini mengindikasikan bahwa proses suksesi dan pemulihan vegetasi pasca-erupsi di lereng utara sedang berlangsung aktif, dengan peran lumut hati sebagai pionir penting dalam stabilisasi substrat dan pembentukan mikrohabitat bagi organisme lain.
Copyrights © 2026