Penelitian ini mengkaji perkembangan pemikiran A.A. Navis mengenai perempuan Minangkabau melalui karya-karya sastranya pada periode 1956-1985. Permasalahan penelitian berfokus pada bagaimana perubahan cara pandang Navis terhadap perempuan berkembang seiring transformasi sosial-politik masyarakat Minangkabau, terutama dalam ketegangan antara idealitas sistem matrilineal dan realitas kehidupan perempuan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang dipadukan dengan pendekatan sejarah mentalitas dan sosiologi sastra. Metode sejarah digunakan untuk merekonstruksi perkembangan pemikiran Navis secara kronologis, sejarah mentalitas menjelaskan perubahan cara berpikirnya, sedangkan sosiologi sastra menempatkan karya-karyanya dalam konteks sosial dan historis yang melahirkannya. Hasil penelitian menunjukkan tiga fase perkembangan pemikiran. Periode 1956-1958 ditandai kritik terhadap paradoks perempuan sebagai Bundo Kanduang yang dimuliakan secara simbolik, tetapi dibatasi secara struktural. Periode 1963-1969 memperlihatkan perluasan kritik akibat konflik politik, dislokasi sosial, dan intervensi negara. Sementara itu, periode 1970-1985 menunjukkan rekonstruksi perempuan sebagai subjek sosial yang memiliki agensi dalam menegosiasikan adat, modernitas, dan perubahan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa karya-karya Navis merupakan rekaman intelektual mengenai perubahan cara pandang terhadap perempuan dalam dinamika historis masyarakat Minangkabau.
Copyrights © 2026